Karena mikroskop cahaya ini digunakan untuk melakukan perbesaran suatu objek uji , pada uji mikroskopik hapusan darah ini kita akan melihat parasit yang tidak dapat dilihat oleh mata kita maka kita membutuhkan mikroskop cahaya untuk dapat melihat atau mendeteksi parasit dengan cara melakukan perbesaran objek sampel darah pasien .
Jadi uji mikroskopik ini dilakukan dengan mikroskop cahaya yang memang spesifik untuk uji hapusan darah. lalu bagaimana solusi jika pasien ingin mengetahui diagnosis malaria dengan cepat selain dengan menggunakan uji mikroskopik ini?
Selain uji mikroskopik untuk mendiagnosis malaria terdapat beberapa cara lain untuk mendiagnosis penyakit malaria yaitu pcr dan rdt. salusi untuk mendeteksi malaria dengan cepat adalah menggunakan pemeriksaan RDT yaitu rapid diagnosis test dimana cara ini tidak perlu dilakukan uji ke laboratorium hanya menggunakan alat antigen pendekteksi parasit,
Polimorfisme adalah sifat/kemampuan dimana suatu senyawa obat memiliki lebih dari satu bentuk kristal. Polimorf mempunyai kandungan kimia yang sama, tetapi bentuk kristal yang berbeda. Perbedaan bentuk kristal ini menyebabkan sifat fisika yang berbeda seperti bobot jenis, suhu lebur, stabilitas,kelarutan dan laju disolusi. Link youtube pertemua 4 “ sifat fisika kimia obat “ https://youtu.be/tOORHs4Ttzw
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologi adalah suatu tehnik untuk menetapkan suatu potensi antibiotik dengan mengukur efek senyawa tersebut terhadap pertumbuhan mikroorganisme uji yang peka dan sesuai. Efek yang ditimbulkan pada senyawa uji dapat berupa hambatan pertumbuhan. Terdapat 2 macam metode dilusi : 1.Dilusi Cair ( Macro Broth Dilution ) 2.Dilusi Padat Link youtube materi pertemuan 4 “ Pr insip dasar Metode pengujian antibiotika secara mikrobiologi : “ Review journal tentang Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity “ https://youtu.be/U3aWPSgXZFE
Mengapa pada uji mikroskopik hapusan darah ini harus menggunakan mikroskop cahaya?
BalasHapusKarena mikroskop cahaya ini digunakan untuk melakukan perbesaran suatu objek uji , pada uji mikroskopik hapusan darah ini kita akan melihat parasit yang tidak dapat dilihat oleh mata kita maka kita membutuhkan mikroskop cahaya untuk dapat melihat atau mendeteksi parasit dengan cara melakukan perbesaran objek sampel darah pasien .
BalasHapusJadi uji mikroskopik ini dilakukan dengan mikroskop cahaya yang memang spesifik untuk uji hapusan darah. lalu bagaimana solusi jika pasien ingin mengetahui diagnosis malaria dengan cepat selain dengan menggunakan uji mikroskopik ini?
BalasHapusSelain uji mikroskopik untuk mendiagnosis malaria terdapat beberapa cara lain untuk mendiagnosis penyakit malaria yaitu pcr dan rdt. salusi untuk mendeteksi malaria dengan cepat adalah menggunakan pemeriksaan RDT yaitu rapid diagnosis test dimana cara ini tidak perlu dilakukan uji ke laboratorium hanya menggunakan alat antigen pendekteksi parasit,
Hapus