Karena mikroskop cahaya ini digunakan untuk melakukan perbesaran suatu objek uji , pada uji mikroskopik hapusan darah ini kita akan melihat parasit yang tidak dapat dilihat oleh mata kita maka kita membutuhkan mikroskop cahaya untuk dapat melihat atau mendeteksi parasit dengan cara melakukan perbesaran objek sampel darah pasien .
Jadi uji mikroskopik ini dilakukan dengan mikroskop cahaya yang memang spesifik untuk uji hapusan darah. lalu bagaimana solusi jika pasien ingin mengetahui diagnosis malaria dengan cepat selain dengan menggunakan uji mikroskopik ini?
Selain uji mikroskopik untuk mendiagnosis malaria terdapat beberapa cara lain untuk mendiagnosis penyakit malaria yaitu pcr dan rdt. salusi untuk mendeteksi malaria dengan cepat adalah menggunakan pemeriksaan RDT yaitu rapid diagnosis test dimana cara ini tidak perlu dilakukan uji ke laboratorium hanya menggunakan alat antigen pendekteksi parasit,
Tingkat toksisitas OP pada dasarnya dihasilkan dari keseimbangan aktivasi dan detoksifikasi pada proses metabolisme xenobitotik.Bioaktivasi OP terjadi melalui reaksi oksidatif desulfurasi yang difasilitasi oleh sejumlah enzim sitokrom P-450 (CYP450) membentuk metabolit oxon yang aktif untuk kemudian menimbulkan efek inhibisi pada AChE sebagai target utama toksisitas OP. Pada sisi lain proses detoksifikasi dapat berlangsung melalui jalur metabolisme yang dimediasi oleh sejumlah enzim diantaranya adalah CYP450, paraoksonase-1 (PON-1), asetilkolinesterase (AChE), dan butirilkolinesterase (BChE). Link youtube pertemuan 11 : https://youtu.be/66OJ0jIccFI
Uji potensi antibiotik secara mikrobiologi adalah suatu tehnik untuk menetapkan suatu potensi antibiotik dengan mengukur efek senyawa tersebut terhadap pertumbuhan mikroorganisme uji yang peka dan sesuai. Efek yang ditimbulkan pada senyawa uji dapat berupa hambatan pertumbuhan. Terdapat 2 macam metode dilusi : 1.Dilusi Cair ( Macro Broth Dilution ) 2.Dilusi Padat Link youtube materi pertemuan 4 “ Pr insip dasar Metode pengujian antibiotika secara mikrobiologi : “ Review journal tentang Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity “ https://youtu.be/U3aWPSgXZFE
Mengapa pada uji mikroskopik hapusan darah ini harus menggunakan mikroskop cahaya?
BalasHapusKarena mikroskop cahaya ini digunakan untuk melakukan perbesaran suatu objek uji , pada uji mikroskopik hapusan darah ini kita akan melihat parasit yang tidak dapat dilihat oleh mata kita maka kita membutuhkan mikroskop cahaya untuk dapat melihat atau mendeteksi parasit dengan cara melakukan perbesaran objek sampel darah pasien .
BalasHapusJadi uji mikroskopik ini dilakukan dengan mikroskop cahaya yang memang spesifik untuk uji hapusan darah. lalu bagaimana solusi jika pasien ingin mengetahui diagnosis malaria dengan cepat selain dengan menggunakan uji mikroskopik ini?
BalasHapusSelain uji mikroskopik untuk mendiagnosis malaria terdapat beberapa cara lain untuk mendiagnosis penyakit malaria yaitu pcr dan rdt. salusi untuk mendeteksi malaria dengan cepat adalah menggunakan pemeriksaan RDT yaitu rapid diagnosis test dimana cara ini tidak perlu dilakukan uji ke laboratorium hanya menggunakan alat antigen pendekteksi parasit,
Hapus